Kamis, 18 Oktober 2018

4 Tanda Kamu Sedang Stress, No. 3 Solusinya Butuh Partner Yang Pengertian, Kamu Punya?



Sering tanpa sadar menjatuhkan barang ? atau badan memar karena sering terbentur? bisa jadi kamu sedang stress tanpa disadari. Kecelakaan-kecelakaan kecil seperti ini jika sering terjadi menandakan pikiran bawah sadar mu berteriak minta tolong untuk dicarikan jalan keluarnya. Seperti yang ditulis dalam buku It Ends With You: Grow Up and Out of Dysfunction karya ahli psikoterapi Tina Tessina, Ph.D, berikut 4 kecelakaan kecil yang sering terjadi karena stress terselubung dan cara mengatasinya. :

1. Barang yang dipegang sering jatuh.
Sering menumpahkan kopi atau teh? saat akan meletakkan buku di meja atau sedang asyik membaca tiba-tiba terlepas dari pegangan ? Ini bisa merupakan sinyal bahwa kamu sedang mengalami stress  karena merasa tidak yakin pada diri sendiri, sehingga tanpa sadar melepaskan peganganmu.

Solusinya menurut Dr. Tessina adalah dengan melakukan gerakan fisik, yaitu menekankan secara kuat kedua kakimu di lantai. Tekan dengan kuat sampai kamu merasa aman, dengan begitu otomatis kamu akan merasa aman secara emosional juga. Dan disaat bersamaan, katakan pada diri sendiri secara berulang-ulang, "saya kompeten dan kapabel". Bisa juga dengan cara lain, yaitu memijat lengan atau bahu, biasanya dengan cara ini bisa menurunkan tekanan darah hingga kamu merasa rileks dan akhirnya merasa fresh serta lebih percaya diri.

2. Otomatis mematikan weker dan kembali tidur
Sudah menyetel weker namun saat weker berbunyi langsung dimatikan dan melanjutkan tidur? atau matikan weker namun malas beranjak dari tempat tidur?
Ini bisa diartikan bahwa ada yang kamu takuti jika kamu melanjutkan aktivitasmu. Entah itu takut pada seseorang, ataupun takut pada lingkungan sekitar.

Coba tanyakan pada diri sendiri secara jujur, masalah apa yang paling ditakuti sehingga secara otomatis langsung mematikan jam weker? takut ketemu dengan guru/dosen yang killer? ngeri dapat omelan dari bos? Jika sudah menemukan pokok permasalahan yang menjadi sumber ketakutanmu, berdasarkan saran ahli psikoterapi Robert H. Hopcke dalam bukunya There Are No Accidents, cobalah gelitik saraf lucu dan bayangkan hal-hal yang membuatmu tertawa. Misalkan bayangkan dosen sedang mengajar tiba-tiba proyektor ngadat, atau bayangkan saat bos memanggil tapi lupa apa yang mau ditanyakan ke kamu, bisa juga dengan membayangkan bos yang ketiduran dengan mulut ternganga. Mencari sisi humor di situasi yang membuatmu panik dan takut bisa menghambat pelepasan hormon stress sehingga kamu bisa rileks kembali.

3. Badan memar karena sering terbentur.
Saat buru-buru berdiri, atau mau melangkah melewati sisi meja dengan hati-hati tapi tetap terbentur. Bisa juga saat berganti pakaian baru melihat ada memar di lengan atau paha tapi tidak tau sebabnya. Ini juga merupakan salah satu indikasi kalau kamu sedang merasa sakit hati tapi hanya memendam rasa sakitnya.
Rasa marah yang terpendam seperti ini tentu tidak baik bagi psikologi dan kesehatanmu. Karena bisa saja saat kamu marah, kamu memukul diri sendiri tanpa kamu sadari.

Cara penyelesaiannya adalah dengan mencari cara aman untuk meluapkan amarahmu. Misalkan ajak partner (teman/saudara/pasangan hidup) untuk ke pantai, disana kamu bisa berteriak sekuat tenaga sampai emosi yang kamu pendam reda. Atau minta izin untuk menggunakan taktik gunung api kepadanya, yaitu menumpahkan unek-unek atau kemarahan kepadanya. diskusikan berapa lama kamu boleh meluapkan amarahmu, dan kalau perlu suruh dia pakai penutup telinga. Lalu kamu bisa melepaskan amarahmu sampai batas waktunya habis. Hal ini bisa dipraktekkan kalau kamu punya partner yang mau mengerti akan kondisimu dan bersedia membantu mengatasinya.

4. Minuman menetes dari mulut.
Pernahkah terjadi saat kamu minum, tiba-tiba airnya menetes dari mulut tanpa kamu sadari ?
Ini juga salah satu indikasi kalau sedang stress yang terselubung karena banyaknya hal yang dipikirkan. Otakmu terus menerus bekerja dan memikirkan daftar pekerjaan yang harus dilakukan walaupun saat kamu sedang beristirahat.

Saran dari Dr. Tessina adalah mengurangi kegiatan yang kurang begitu penting dan kembali fokus kepada diri sendiri. Konsentrasi saat makan atau minum, libatkanlah semua indra pada setiap suap dan hirupan yang masuk ke mulut, nikmati aromanya, teksturnya, rasanya. Fokus terhadap apa yang ada di hadapanmu. Dengan begitu, kamu bisa mengistirahatkan bagian otak yang berpikir rasional (cerebral cortex) dan mengaktifkan bagian sensorik otak.



Nah, dari ke empat hal tersebut diatas, yang manakah yang pernah kamu alami ? atau semuanya pernah kamu alami? apapun hal yang menyebabkan stress, ingatlah untuk selalu bersyukur dan bersabarlah dengan segala cobaan yang datang, hadapi dengan tenang serta tanamkan dalam hati bahwa Allah tidak akan memberi cobaan kepada umatNya diluar batas kemampuan.

Semoga dengan membaca tulisan ini kamu bisa menemukan cara untuk meredakan stressmu ya, Dears.



#Postingan ini diikutsertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community

10 komentar:

  1. No.4 saya kadang tidak sengaja mb..oh berarti tandanya stress ya..
    Makasih infonya

    BalasHapus
  2. No 4 paling ngeri banget ya, mbak. Kalau no1 aku sering pas masak, nyenggol panci, numpahin minyak, numpahin air dsb.

    BalasHapus
  3. Saat stress melihat tingkah lucu anak jadi terobati.

    BalasHapus
  4. Kadang tiba-tiba nyenggol barang.. kadang juga ketika jalan kakinya kesenggol benda. Padahal udah di hati-hati.. berarti ini salah satu dari tanda2 stress ya..

    BalasHapus
  5. No 4 sama nggak sama ngeces? # eh 😜

    BalasHapus
  6. Waktu masih kuliah dulu banyak temen kost yang suka matiin weker terus tidur lagi. Tapi bukan stres sih, emang masih ngantuk aja, males bangun. Kalo saya sih misalnya stres pasti pingin ngemil terusss.....

    BalasHapus
  7. Waspadalah. .Nampaknya para ladies pasti pernah ngalami nih

    BalasHapus
  8. Wkwkwk...sutrisku datang tiap tanggal tua.begitu tanggal satu dunia jadi terlihat terang benderang 😃😃😃

    BalasHapus