![]() |
| foto : Pixabay.com |
Membaca dan mengoleksi buku cerita merupakan hobi yang aku geluti sejak kecil. Mulai dari Majalah Bobo, Donal Bebek, cerita rakyat. Menginjak remaja, hobi membaca beralih ke genre petualangan seperti Lima Sekawan, Trio Detektif, Sherlock Holmes, Agatha Christie, S.Mara GD, V Lestari, Miss Marple, hmm... apalagi ya, banyak lah.
Setiap hari aku rela menyisihkan sebagian uang saku demi bisa membeli buku yang diincar, sampai dijuluki si pelit karena saking iritnya. Tapi hal ini tidak mematahkan semangatku untuk tetap menabung demi bisa membeli barang yang ku incar. Kalau teman-teman yang lain cerita mengenai hobi koleksi boneka, sepatu, baju, aku malah asyik dengan buku yang ada ditanganku. Kalau yang lain cerita lebih suka pergi jalan-jalan, tamasya dan lain-lain, aku paling senang kalau diajak ke toko buku. Ibarat kata, diantar siang dan ditinggal disitu selama berjam-jam juga betah. Makanya Mamaku suka ngomel kalau aku minta ke toko buku (dulu yang terkenal Gramedia) karena pasti bakalan lama "nongkrong" disana.
Karena aku termasuk anak yang pendiam, kurang bisa bergaul (baca:kuper), dan agak tomboy, jumlah teman yang mau ngobrol denganku bisa dihitung dengan jari. Mungkin kata pendiam dan tomboy jika digabung agak kurang meyakinkan ya, namun itulah diriku. Aku termasuk pendiam karena jarang ngobrol tapi aku juga tomboy karena aku lebih suka main dengan anak cowok, suka lari-lari, manjat pohon, naik genteng, pokoknya jauh dari kata feminim deh, hehehehe
Balik lagi ke masalah membaca ya,
Dari sekian banyaknya buku detektif yang aku baca, saat remaja aku lebih suka dengan novel Trio Detektif dibandingkan dengan Lima Sekawan karena alur ceritanya lebih menegangkan dan kita harus benar-benar konsentrasi membacanya untuk bisa menebak siapa tokoh jahat atau dibalik ceritanya itu. Selain itu, Karakter tokohnya juga aku suka banget, Jupiter ketua dari Trio detektif yang pintar dan jeli, Bob yang bagian mengumpulkan informasi-informasi dari Perpustakaan (kalau dulu belum ada mbah Google, hehehe) dan Pete yang atletis, tugasnya lebih banyak ke hal-hal yang memicu adrenalin. Kalau sudah mulai membaca novel ini, wuih.... bisa semalaman gak tidur lho saking penasarannya pengen tau ending ceritanya seperti apa.
Memasuki masa kuliah, aku mulai berpindah ke lain penulis, walaupun tetap aja yang dibaca adalah mengenai penyelidikan dan misteri. Aku beralih ke novel karya S Mara GD dan V Lestari. Alasannya sama, karena alur ceritanya bagus dan kadang menegangkan, membuat kita ikut berpikir, siapa tokoh penjahatnya dan alasannya melakukan kejahatan. Selain itu, menurutku di novel karya 2 penulis ini (yang ceritanya bergenre detektif) minim cerita romantis, tidak seperti novel lain yang terkadang walaupun berkisah mengenai misteri, namun lebih ke arah romantis.
Kalau bercerita mengenai novel yang pernah aku baca, sepertinya bakalan panjang deh....
Di lain kesempatan akan aku lanjut lagi ceritanya.
#Postingan ini diikutsertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community day5


0 komentar:
Posting Komentar