Saat yang paling ditunggu oleh para pegawai ketika bulan Ramadhan sudah berada di 10 hari terakhir adalah pembagian Tunjangan Hari Raya (THR). Bahkan sejak jauh-jauh hari sebelumnya sudah membayangkan berapa nominal yang akan diterima dan akan dialokasikan kemana saja. Uang THR ini merupakan pendapatan tambahan disamping gaji rutin yang diterima setiap bulannya.
Pada umumnya, uang THR ini sejumlah satu bulan gaji dan secara teori seharusnya bisa mencukupi segala kebutuhan selama libur hari raya Idul Fitri. Namun jika Anda salah dalam mengelola dana tambahan tersebut, yang terjadi justru Anda akan rugi dan mengakibatkan kesulitan setelah acara libur hari raya usai. Agar tidak mengalami kerugian, simak kiat sukses mengatur uang THR dengan bijak.
Pisahkan dengan Gaji
Hal pertama yang harus diingat saat akan menggunakan uang THR adalah tidak mencampur antara uang gaji yang diterima dengan uang THR. Tetap gunakan uang gaji untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Sebaiknya jangan menggunakan uang gaji untuk hal-hal yang tidak terlalu penting, misalnya membeli ponsel baru atau barang yang bersifat konsumtif lainnya.
Sisihkan untuk Zakat
Kiat sukses mengatur uang THR agar tidak tekor yang kedua adalah dengan menyisihkan sebagian uang THR Anda untuk membayar zakat. Hitung berapa zakat yang harus Anda keluarkan dan sisihkan terlebih dahulu. Masukkan uang tersebut dalam amplop terpisah agar saat waktunya tiba untuk membayar zakat, Anda bisa langsung menyerahkannya kepada yang berhak. Atau bisa juga dengan menitipkannya kepada masjid di sekitar rumah Anda.
Untuk Hari Raya
Sesuai dengan namanya, gunakanlah uang THR untuk keperluan hari raya. Hitung dengan cermat apa saja yang harus disiapkan untuk menyambut hari raya Idul Fitri. Sebut saja uang tiket mudik PP, membeli oleh-oleh buat keluarga tercinta, beli baju baru, dan persiapan yang lainnya.
Walaupun demikian, yang harus diingat dalam mengatur uang THR adalah tidak boleh boros. Jangan habiskan jatah uang THR untuk membeli hal-hal yang tidak penting, kendalikan pengeluaran Anda agar tidak ada penyesalan di kemudian hari.
Dana Darurat
Mendapatkan uang THR bukan berarti Anda bebas tidak menyisihkan sebagian untuk menyiapkan dana darurat. Setidaknya sisihkan 10% dari uang THR setelah dipotong uang zakat untuk dimasukkan ke dana darurat tersebut. Bukankah mempunyai cadangan dana lebih baik daripada tidak ada sama sekali?
Dengan mengatur uang THR dan menyisihkannya untuk dana darurat, Anda bisa mengantisipasi kejadian tidak terduga selama masa liburan hari raya, misalnya mendadak sakit atau ada keluarga yang sedang kesusahan. Dengan adanya dana darurat Anda sudah siap menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi.
Idul Adha
Pembagian uang THR dari perusahaan kepada karyawan ditujukan agar mereka bisa merayakan hari raya Idul Fitri bersama keluarga tercinta di kampung halaman. Namun yang harus diingat adalah, umat Islam juga mempunyai hari raya Idul Adha yang pastinya membutuhkan dana ekstra juga.
Sedangkan dari perusahaan tidak akan ada THR yang kedua, kecuali ada pembagian bonus di perusahaan tempat Anda bekerja. Untuk itu sangat disarankan untuk mengatur uang THR dan menyisihkan sebagian dana untuk persiapan menyambut datangnya Idul Adha.
Inilah kiat sukses mengatur uang THR dengan bijaksana agar tidak tekor. Hitung dengan cermat pengeluaran apa saja yang wajib disiapkan untuk menyambut hari raya Idul Fitri dan jangan lupa untuk menyisihkan sebagian dana untuk zakat, dana darurat dan persiapan Idul Adha. Jangan sampai urutan pengeluarannya dibalik ya, Dears.


0 komentar:
Posting Komentar