Selasa, 21 Mei 2019

4 Masa yang Mengukir Kenangan Ramadhan Berkesan



Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, dimana semua umat muslim menjalankan ibadah puasa dan ibadah lainnya untuk memperoleh berkah. Karena pada bulan yang mulia ini semua amal ibadah mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT.

Kita sebagai umat Islam akan belajar untuk berpuasa mulai dari kecil atau sebelum baligh.  Tentunya hal ini dilalui dengan berproses. Hampir tidak mungkin seorang anak kecil langsung bisa menjalankan ibadah puasa secara full kecuali keadaan tertentu yang membuat hal tersebut bisa terlaksana.

Terdapat 4 masa yang merupakan kenangan Ramadhan berkesan bagi penulis dan mungkin juga dialami oleh muslimah yang lain, masa tersebut adalah sebagai berikut:

Masa Kecil

Belajar melakukan puasa saat masih duduk di bangku TK merupakan kenangan pertama yang paling berkesan. Dimulai dari puasa setengah hari atau lebih terkenal dengan nama puasa bedug (di Jawa), yaitu puasa yang dimulai sejak adzan subuh sampai dengan adzan Dzuhur tiba.

Saat pagi menjelang, energi masih full sehingga bermain dengan sepuasnya. Namun saat sudah mencapai jam 10.00 pagi, disitulah pengalaman berpuasa yang sebenarnya dimulai. Perasaan haus dan lapar sudah mulai datang sedangkan adzan Dzuhur masih lama datangnya. Apa yang bisa dilakukan?

Yes, muncullah kenakalan anak kecil yang belum terlalu paham apa arti dan makna puasa yang sebenarnya. Dimulai dari minum secara sembunyi-sembunyi, memasukkan apa saja yang terlihat di depan mata seperti susu bubuk, gula serta berlama-lama mandi sambil kumur-kumur dan sikat gigi berulang-ulang.

Jika mendekati waktu adzan Dzuhur maupun saat Maghrib tiba, sudah duduk di depan TV menanti suara adzan berkumandang. Atau sibuk mengisi gelas dengan es campur buatan mama sampai penuh. Sungguh kenangan Ramadhan berkesan yang tidak mungkin dilupakan.

Masa Remaja

Kemudian masa baligh tiba, dimana titik balik seseorang dianggap sudah mempunyai kewajiban untuk menjalankan kewajiban ibadah seperti sholat dan berpuasa secara penuh. Masa setelah baligh atau masa remaja bagi penulis adalah masa dimana harus belajar cara menjaga aurat dengan baik dan beradapatasi dengan rasa sakit saat datangnya masa menstruasi.

Berpuasa saat remaja masih belum sempurna untuk dijalankan. Ada kenakalan masa kecil yang masih melekat seperti makan susu bubuk milik adik sambil membuatkan susu buat adik, menggosok gigi berkali-kali dan berkumur-kumur dalam waktu lama. Dan yang merupakan kenangan Ramadhan berkesan saat remaja adalah saat secara sembunyi-sembunyi makan ditempat gelap ketika sedang berhalangan demi tidak kelihatan oleh adik-adik yang lain.

Masa Setelah Menikah

Masa remaja dan dewasa berlalu begitu saja tanpa ada sesuatu yang bermakna. Ketika tiba saatnya menikah, itulah saatnya memasuki dunia baru bagi penulis. Jika dulu berpuasa bersama keluarga tercinta, saat telah menikah ada suami yang mendampingi dan harus dilayani dengan sebaik-baiknya.

Kenangan Ramadhan berkesan saat puasa pertama bareng suami adalah saat harus memasak. Ini merupakan tantangan yang lumayan berat karena penulis tidak bisa memasak. Alhamdulillah penulis mendapatkan suami yang pengertian dan mau memakan apa saja yang dihidangkan oleh sang istri, walaupun rasa makanannya tidak keruan.

Masa Mengandung 

Ini adalah fase yang sangat berkesan. Dimana penulis harus sabar menunggu selama 10 tahun menanti kehadiran seorang anak. Semua upaya dan ikhtiar sudah dilakukan, tak lupa juga selalu memanjatkan doa kepada Allah agar disegerakan mendapatkan keturunan. sampai tiba waktunya doa tersebut benar-benar dikabulkan. Syukur Alhamdulillah.

Mengandung saat berpuasa, apalagi itu merupakan kehamilan yang sudah lama dinanti membuat penulis dan suami berhati-hati. Kenangan Ramadhan berkesan bagi penulis saat selalu diingatkan oleh suami dan orang tua untuk segera membatalkan puasa jika kondisi badan sudah lelah. Khawatir sang calon bayi akan menderita “kelaparan” jika mamanya nekat berpuasa. Dan Alhamdulillah, dalam satu bulan selama Ramadhan hanya batal selama 5 hari. 

Itulah 4 masa yang mengukir kenangan Ramadhan berkesan bagi penulis. Masing-masing kenangan membawa cerita sendiri-sendiri yang sangat membekas dihati.

0 komentar:

Posting Komentar