Berpuasa itu harus mampu menahan hawa nafsu. Salah satunya adalah emosi. Saat badan terasa lemas, rasa lapar dan haus mulai muncul, itulah saatnya emosi mulai gampang tersulut. Sedikit saja ada masalah, emosi langsung naik sampai oktaf 8, betul gak? Padahal menahan diri ketika Ramadhan sangat dianjurkan. Jangan sampai pahala kita hilang hanya gara-gara kita tidak bisa menahan emosi.
Nah, ada kiat khusus agar bisa menahan diri saat emosi melanda. Dan ini bisa diterapkan saat kita sedang emosi dengan anak kita lho. Tau sendiri kan, ketika kita melarang anak berbuat sesuatu tapi tidak digubris sama anaknya. Satu, dua kali diingatkan masih bisa menahan emosi. Pas ketiga kalinya, langsung deh emosi naik sampai akhirnya kita jadi marah kepada anak kita. Jangan sampai hal ini terjadi terus menerus ya, Mom. Untuk informasi lengkapnya mengenai kiat menahan diri saat emosi, simak penjelasan berikut ini.
Tarik Nafas dan Pejamkan Mata
Kiat pertama agar tidak emosi dan bisa menahan diri ketika Ramadhan adalah dengan menarik nafas panjang sambil memejamkan mata. Ucapkan istighfar perlahan sambil mengingat bahwa bulan Ramadhan adalah masa untuk mengontrol hawa nafsu. Dengan demikian segala otot yang sedang tegang bisa lebih rileks hingga emosi menjadi surut.
Diam
Saat emosi sudah mulai muncul, cobalah berdiam diri dulu. Dengan diam diharapkan kita tidak akan mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan kepada lawan bicara kita. Misalnya saat emosi kepada anak. Karena kata-kata yang dikeluarkan sambil emosi bisa melukai hati anak kita yang masih polos. Diam dan tenangkan diri dulu bisa jadi obat pereda emosi yang efektif bagi kita.
Hindari Segala Hal yang Bisa Memicu Emosi
Menahan diri ketika Ramadhan merupakan tantangan tersendiri bagi kita. Untuk itu kiat berikutnya adalah hindari hal-hal yang bisa membuat kita emosi. Misalnya saja melihat acara TV yang sedang menayangkan acara sinetron yang bisa memunculkan emosi negatif. Lebih baik pindah channel atau matikan TV dan lakukan kegiatan yang lain misalnya membaca atau sesuatu yang kita sukai.
Kerjakan Hobi
Kiat yang kedua agar bisa menahan saat emosi adalah dengan mengerjakan hobi yang kita miliki. Saat melakukan aktivitas yang kita sukai bisa mendatangkan kebahagiaan tersendiri. Misalkan hobi membaca atau menjahit. Fokus saja dulu pada aktivitas pada kegiatan tersebut sampai kita menjadi lebih rileks dan akhirnya emosi yang sempat bisa segera menghilang.
Hindari Meluapkan Emosi dengan Tindakan
Saat sedang emosi, kadang kita terbawa perasaaan sampai mengaplikasikannya melalui tindakan. Misalnya saat emosi dengan anak sampai akhirnya melakukan tindakan seperti menjewer, memukul dan lain sebagainya. Kiat menahan diri ketika Ramadhan selanjutnya adalah dengan menghindari meluapkan emosi melalui tindakan. Tidak selamanya melampiaskannya dengan tindakan mampu meredakan emosi. Justru hal itu bisa menambah beban rasa bersalah dan penyesalan
Kontrol Setiap Kata yang Diucapkan
Sangat penting bagi kita untuk bisa mengontrol setiap ucapan kita, terutama saat bulan Ramadhan. Kadang saat emosi melanda, setiap ucapan yang keluar dari mulut kita sudah tidak bisa dibendung. Hal inilah yang harus kita hindari. Saat merasa emosi sudah tidak bisa ditahan, gunakanlah kiat yang pertama dan aturlah perkataan kita agar apa yang kita ucapkan tidak menyinggung perasaan orang yang kita ajak bicara.
Pada dasarnya puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga. Tetapi juga menahan hawa nafsu dan segala emosi negatif. Cobalah kiat menahan diri ketika Ramadhan, efektif juga diaplikasikan saat emosi dengan anak lho. Saat anak sedang mengalami masa nakal-nakalnya, tahanlah emosi dan bicarakan secara baik-baik tanpa nada tinggi dan pengancaman.


0 komentar:
Posting Komentar