Minggu, 14 Oktober 2018

Kemarau Panjang Bikin Dehidrasi? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya




Matahari masih setia menyapa dengan teriknya walaupun sekarang memasuki pertengahan bulan Oktober yang biasanya sudah mulai dibasahi oleh air hujan.Walaupun sebagian ada yang sudah mulai hujan, namun rata-rata wilayah Indonesia masih ada yang mengalami kekeringan. Yup, musim kemarau tahun ini memang lebih panjang dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. 
Bahkan berdasarkan BMKG, bulan September dan Oktober merupakan puncaknya musim kemarau, tidak mengherankan jika banyak daerah yang kekeringan dan banyak pula yang terkena dehidrasi efek panjangnya musim kemarau. Dehidrasi adalah suatu keadaan dimana tubuh kita mengeluarkan lebih banyak cairan dibandingkan pemasukannya. Sedangkan tubuh manusia 60%nya merupakan kandungan air yang salah satu fungsinya adalah untuk mengeluarkan kotoran dan racun dari dalam tubuh. Jika kita mengalami kekurangan cairan yang membuat terganggunya kinerja organ dalam tubuh, itu berarti kita mengalami dehidrasi. Gejala yang timbul akibat dehidrasi adalah selalu merasa haus, mulut terasa kering, jarang buang air kecil, warna urine lebih gelap dan berbau menyengat,pusing, kulit terasa kasar dan kering.

Simak penyebab dan cara mengatasi dehidrasi dibawah ini :

Penyebab dehidrasi
1. Malas minum air 
Ini adalah kebiasaan buruk yang harus dihilangkan. Bagi para ladies yang kerjanya lebih banyak duduk didalam ruangan ber AC biasanya malas untuk minum air karena merasa tidak banyak mengeluarkan keringat. Beda lagi dengan yang beraktifitas di luar ruangan, mereka sering mengabaikan pentingnya membawa air minum dalam botol untuk cadangan jika sewaktu-waktu merasa haus. Begitu juga halnya dengan yang suka berolahraga, terkadang mereka juga mengabaikan rasa hausnya demi mendapatkan tubuh yang ideal dengan memaksakan tubuh mereka untuk terus bergerak walaupun sudah merasa haus dan pusing.

2. Diare dan muntah
Saat panas terasa menyengat, pastilah kita ingin minum atau makan yang segar-segar seperti es teh, buah kupas, dan lain-lain. Namun jika apa yang masuk ke mulut kita tidak higienis, justru akan menyebabkan kita mual, muntah bahkan diare. Dehidrasi juga bisa terjadi karena diare dan muntah secara berlebihan yang dialami, sehingga menyebabkan seseorang kehilangan banyak cairan. 

3. Cuaca panas yang ekstrim
Ini adalah kondisi alam yang tidak bisa dihindari oleh semua orang. Sinar matahari yang menyengat dan terpaan angin yang kencang bisa menyebabkan cairan dalam tubuh menguap dan jika tidak diantisipasi bisa menyebabkan dehidrasi juga.



Cara mengatasi dehidrasi
1. Buang kebiasaan malas minum
Jika ingin terhindar dari dehidrasi, buang jauh-jauh rasa malas untuk minum dengan cara:
- Jangan menunggu haus baru minum, setidaknya minumlah setiap 1- 2 jam sekali agar terhindar dari dehidrasi. 
- Sebelum beraktifitas, siapkan gelas kosong dan air putih di dalam botol di meja kerja kita. Ini utk mengantisipasi rasa malas beranjak dari kursi. Jika merasa haus, tinggal tuang air ke dalam gelas dan segeralah minum.
- Selalu membawa bekal air putih dalam botol jika hendak beraktifitas keluar rumah.
- Bosan minum air putih terus? selingi dengan minum jus buah yang encer, infused water, atau minuman mengandung ion. Kecuali jika dehidrasi disebabkan karena diare, sebaiknya hindari minum jus, susu ataupun infused water, sebagai gantinya minumlah larutan garam oralit.

2. Hindari minuman yang mengandung kafein
Biasanya jika cuaca panas, ada keinginan untuk mengkonsumsi yang manis-manis seperti es teh, es kopi atau minuman bersoda. Padahal minuman yang mengandung kafein justru membuat kita mengeluarkan banyak cairan karena efeknya meningkatkan frekuensi buang air kecil. 

3. Makan buah yang banyak mengandung cairan seperti semangka, belimbing, jeruk, stroberi dan nanas. Saat cuaca panas, sebaiknya hindari makan buah nangka, karena ada jenis nangka tertentu seperti nangka salak yang justru meningkatkan keinginan buang air kecil bagi sebagian orang yang tidak tahan dengan kandungan zat dalam nangka salak.

Cuaca panas yang menyengat memang bisa menyebabkan dehidrasi, namun hal ini bisa dihindari dengan banyak minum air putih, mengkonsumsi buah semangka dan hindari minuman yang mengandung kafein. Pakai baju lengan panjang, topi atau payung jika hendak keluar dan jangan lupa oleskan handbody setiap beberapa jam sekali untuk melembabkan kulit. Jika gejala dehidrasi masih berlanjut walaupun sudah mengkonsumsi banyak cairan, segeralah ke dokter agar mendapatkan bantuan cairan dari infus.

#Postingan ini diikutsertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Community

20 komentar:

  1. Makasih, tipsnya, Mbak. Lagi musim kemarau panjang, nih. Cocok dibaca.

    BalasHapus
  2. makasih mbak...tips yang sangat dibutuhkan di musim kemarau panjang seperti sekarang

    BalasHapus
  3. Padahal bulan2 segini, tahun kemarin sdh mulai musim penghujan. Tfs

    BalasHapus
  4. Tahun ini kemaraunya terasa panjang banget. Panasnya juga gak tertahan, padahal ruangan sudah pakai ac.

    BalasHapus
  5. Boleh saran mbak, paragrafnya terlalu panjang...

    Iya tahun ini musim panasnya bnr2 panas bgt...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sarannya, next aku perbaiki lagi tulisanku.

      Hapus
  6. Boleh saran mbak, paragrafnya terlalu panjang...

    Iya tahun ini musim panasnya bnr2 panas bgt...

    BalasHapus
  7. Hari ini di tempatku baru aja ujan
    Maa syaa Allah
    Seneng bgt

    BalasHapus
  8. setuju, cuaca panas perbanyak makan buah

    BalasHapus
  9. Kemarau sudah hampir 7 bulan ya ini.

    BalasHapus
  10. Masya Allah, cuaca kali ini, luarr biasaaaa. Bismillah senantiasa sehat-sehat untuk kita semua yaa mba

    BalasHapus
  11. Di sini kondisi sering panas, dan saya kadang minum jika haus saja... hiks... Terimakasih artikelnya menegur saya he

    BalasHapus
  12. siip...terima kasih tipsnya. anakku beberapa minggu lalu saat latihan manasik haji pulangnya juga dehidrasi. Akhir-akhir ini emang cuacanya lagi panas banget.

    BalasHapus
  13. siang hari panasshh, sangat. minum air putih 8 gelas sehari, awalnya males, tapi lama2 terbiasa

    BalasHapus
  14. Pertama kali buka blog ini saya tertegun, kok saya buka blog saya sendiri sih? hihihi... ternyata modelnya sama. TOZZ!

    Oh yah, kemarau panjang memang selalu mengundang dehidrasi, tetapi tidak perlu terlalu khawatir. Tuh sudah ada tipsnya. Mau praktikkan ah. Terima kasih ya sayang.

    BalasHapus
  15. Malas minum, duh saya banget itu... Kadang memang nunggu haus aja... Trims infonya mba ^^

    BalasHapus
  16. Makasih ya, mba.tipsnya bermanfaat banget, emang bikin tenggorokan Kering, Panas, qadarallah Hari ini mulai hujan

    BalasHapus
  17. Iya bener, tahun ini musim panasnya panjang banget. Saya juga biasanya suka males minum air putih, sekarang dipaksain aja. Berusaha makan buah juga setiap hari, tapi nggak dibuat jus. Saya pernah baca lebih baik makan buah langsung daripada dijus. Panas putaran blendernya mengurangi vitamin buahnya.

    BalasHapus
  18. Saya suka minum kopi, tapi tetap minu air putih yang banyak, biar gak dehidrasi. hehehe...

    BalasHapus